Ingenue

I'm a girl who falls in love with words and photograph. Be the words and photos, i will love you.
twitter: @gigustavia

3 months ago
Jangan biarkan aku terlalu lama di sini. Nantinya ombak akan mengikisku tanpa henti. -Gita Gustavia

Jangan biarkan aku terlalu lama di sini. Nantinya ombak akan mengikisku tanpa henti. -Gita Gustavia

(Source: over-there, via herownheart)

5 months ago
Kasih, rindu tak pernah kutitipkan pada senja. Ia tak mampu membawa timbunan rinduku.
-Gita Gustavia

Kasih, rindu tak pernah kutitipkan pada senja. Ia tak mampu membawa timbunan rinduku.

-Gita Gustavia

"Tidak ada kata mati dalam ingatanku. Semua kenangan tetap hidup dengan tangis ataupun tawa; dengan Tuhan di dalamnya."
Gita Gustavia

Bagaimana bisa orang-orang menitipkan rindu pada senja? Sedang senja hanya sekejap; tak lebih lama dari malam ataupun siang. #random

Gita Gustavia

Kasih, semenjak kau jejakkan kakimu ke timur, aku banyak berpikir tentang hidupku dan hidupmu. Lebih tentang hidupku yang membuatku ragu untuk merindukanmu lebih dalam.

Aku tidak ragu dengan apa yang aku cintai dan aku kasihi, kau. Tapi aku ragu denganku; diriku.

Aku melihatmu sebagai sosok yang hampir sempurna. Kau adalah lelaki yang mampu mengubah pandanganku tentang dunia hanya dengan kata-kata, juga dengan kehidupan. Karenanya aku bimbang untuk merindukanmu.

Semua tentangmu tampak sempurna bagiku, kata-katamu, sifat bijaksanamu, keluargamu, hidupmu. Seluruh lembaran cerita hidupmu adalah wujud nyata dari imajiku. Sedangkan aku hanyalah wujud nyata dari imaji yang tidak pernah terlintas di pikiranmu.

Terkadang ada masanya di mana aku terdiam melihatmu. Seakan-akan kaca tebal yang jernih membatasiku untuk menyentuhmu namun membantuku untuk melihatmu dengan jelas; melihat perbedaan. Karenanya aku terlalu takut menjadikanmu sebagai jantung hatiku. Aku tidaklah sempurna menjadi timbunan rindu di pikiranmu, bahkan sebuah rindu. Mungkin. Jika nantinya kau merindukanku, mungkin aku akan berulang kali berpikir untuk membalas rindumu. Ada baiknya rinduku bertepuk sebelah tangan.

Kasih, maafkan aku yang tanpa lelah menjadi bayanganmu selama jutaan detik. Keberanianku hanyalah berdiri tepat di balik punggungmu. Tanpa lelah aku berusaha meredam detak jantung yang semakin merindukanmu. Menyedihkan? Jangan katakan itu dihadapanku kelak setelah aku terbaca olehmu. Jangan kasihani aku sebagai orang yang menyedihkan.

Entah apa yang akan aku lakukan pada jantung hatiku. Sesaat aku ingin terus berdetak untukmu. Sesaat aku ingin mematikannya. Aku kelelahan menyangkal semua ketidaksempurnaan hidup dan rinduku.

Kasih, janganlah menjadi sempurna dihadapanku. Janganlah menjadi kata yang memberi asa untukku. Janganlah membuatku bersalah menjadikanmu sebagai jantung hatiku.

Salam,

Gita Gustavia

Jogja, 10 Agustus 2011

9 months ago
default album art record default album art default album art CD reflection
[Flash 9 is required to listen to audio.]
  • Puisi
  • sadgenic
  • sadgenic's Album
  • 2,478 Plays

sadgenic:

Saya bacakan puisi “Senyawa” yang eksklusif hanya ada dalam buku 4 Elemen by The Hermes & friends (klik di judul untuk pemesanan buku). Hasil penjualan buku ini akan didonasikan untuk yang membutuhkan :). [Backsound by Sigurros]

(Source: sadgenic)

"Berdamailah dengan rindu selagi aku pergi. Nantinya dia adalah sahabat karibmu ketika aku berkelana dalam dunia penuh imaji."
Gita Gustavia
"A is for adore. This heart is still yours. #rhyme #alphabet"
Gita Gustavia
"Kasih membuyar seiring waktu mengikis layar, tak lagi kudengar jerit rindu mencecar. Aku berdusta."
Gita Gustavia