I'm a girl who falls in love with words and photograph. Be the words and photos, i will love you. twitter: @gigustavia
Jangan biarkan aku terlalu lama di sini. Nantinya ombak akan mengikisku tanpa henti. -Gita Gustavia
(Source: over-there, via herownheart)
Bagaimana bisa orang-orang menitipkan rindu pada senja? Sedang senja hanya sekejap; tak lebih lama dari malam ataupun siang. #random
Gita Gustavia
Kasih, semenjak kau jejakkan kakimu ke timur, aku banyak berpikir tentang hidupku dan hidupmu. Lebih tentang hidupku yang membuatku ragu untuk merindukanmu lebih dalam.
Aku tidak ragu dengan apa yang aku cintai dan aku kasihi, kau. Tapi aku ragu denganku; diriku.
Aku melihatmu sebagai sosok yang hampir sempurna. Kau adalah lelaki yang mampu mengubah pandanganku tentang dunia hanya dengan kata-kata, juga dengan kehidupan. Karenanya aku bimbang untuk merindukanmu.
Semua tentangmu tampak sempurna bagiku, kata-katamu, sifat bijaksanamu, keluargamu, hidupmu. Seluruh lembaran cerita hidupmu adalah wujud nyata dari imajiku. Sedangkan aku hanyalah wujud nyata dari imaji yang tidak pernah terlintas di pikiranmu.
Terkadang ada masanya di mana aku terdiam melihatmu. Seakan-akan kaca tebal yang jernih membatasiku untuk menyentuhmu namun membantuku untuk melihatmu dengan jelas; melihat perbedaan. Karenanya aku terlalu takut menjadikanmu sebagai jantung hatiku. Aku tidaklah sempurna menjadi timbunan rindu di pikiranmu, bahkan sebuah rindu. Mungkin. Jika nantinya kau merindukanku, mungkin aku akan berulang kali berpikir untuk membalas rindumu. Ada baiknya rinduku bertepuk sebelah tangan.
Kasih, maafkan aku yang tanpa lelah menjadi bayanganmu selama jutaan detik. Keberanianku hanyalah berdiri tepat di balik punggungmu. Tanpa lelah aku berusaha meredam detak jantung yang semakin merindukanmu. Menyedihkan? Jangan katakan itu dihadapanku kelak setelah aku terbaca olehmu. Jangan kasihani aku sebagai orang yang menyedihkan.
Entah apa yang akan aku lakukan pada jantung hatiku. Sesaat aku ingin terus berdetak untukmu. Sesaat aku ingin mematikannya. Aku kelelahan menyangkal semua ketidaksempurnaan hidup dan rinduku.
Kasih, janganlah menjadi sempurna dihadapanku. Janganlah menjadi kata yang memberi asa untukku. Janganlah membuatku bersalah menjadikanmu sebagai jantung hatiku.
Salam,
Gita Gustavia
Jogja, 10 Agustus 2011
Saya bacakan puisi “Senyawa” yang eksklusif hanya ada dalam buku 4 Elemen by The Hermes & friends (klik di judul untuk pemesanan buku). Hasil penjualan buku ini akan didonasikan untuk yang membutuhkan :). [Backsound by Sigurros]
(Source: sadgenic)